indokasino

Thursday, June 8, 2017

Ceita Dewasa : Desah Nafsu ABG Perawan

Sudah lama aku tak berkunjung ke saudaraku yang berada di Jakarta disana aku mempunyai om dan tante, sewaktu aku masih remaja sering bermain di rumahnya hingga betah sekali, namanya om Faisal dan Tante Nonik dan kali ini kebetulan ada liburan panjang di sekolahan karena aku sekarang bekerja di sebuah sekolah kalau libur sekolah aku juga ikut liburan, lama sekali kira kira ada 5 tahunan aku tidak bermain ke rumah om faisal dan kali ini aku ingin liburan panjang di kota Jakarta.
Aku berangkat dengan pesawat dan kira kira tiba di bandara pukul 8 malam , langsung aku menyewa taksi untuk menghantarkanku ke rumah om, sampai disana pukul 10 malam, aku pun bertemu dengan om dan tante di sambut dengan hangat, karena lelah aku meminta untuk pergi ke kamar yang sudah di sediakan dan beristirahat, paginya aku sudah bangun dan sudah di siapkan sarapan nasi goreng, aku sempat heran ada salah satu cewek di rumah tante yang cantik dulunya dia masih kecil sekarang sudah menjelma sebagai gadis yang elok namanya Antik, dia mempunyai tubuh yang putih bersih tinggi serta seksi.
“haii kak maaf tadi malam antik juga kecapean langsung tidur dan gak sempat untuk menjemput kakak di bandara, oya ni kak nasi goreng yang aku buat tadi pagi, sambil senyum manis dia berkata padaku”
Aku masih ragu apakah kamu antik yang dulu masih kecil dan ceriwis itu , kataku
“iya kak ni aku antik tapi sekarang udah gak seperti dulu lagi kak, emangnya kenapa kak?? Beda ya sama yang dulu.
“iya kakak pangkling lihat kamu, sekarang udah dewasa gini udah ABG hehe.. , kelas berapa sekarang kamu ntik, eh ya kamu pastinya sudah punya pacar yaa hayooo.. kataku.
“ahh kakak bisa saja, aku sekarang sudah di kelas 2 SMA dan kalau pacar sekarang gak punya karena belum di izini ama bapak, padahal antik kan sudah dewasa ya kak.
“lha antik sendiri memangnya sudah siap untuk pacaran, kataku,
“hehehe belum juga sih kak, lha itu nasinya masak di lihatin saja, gak dimakan kak, sayang lho kalau gak kemakan buatanku , coba deh .
Langsung saja aku mengambil piring dan menyedok nasi yang sudah di siapkan oleh antik, sambil makan aku berbincang bincang dengan gadis yang cantik.
Merasa hanya berdua di rumah ini aku tanyakan , lha sementara papah mamah kamu kemana ntik , kok dari tadi kakak gak melihatnya??
“oya kak, tadi gak berani untuk membangunkan kakak karena tidurnya pulas, dia menyerahkan surat yang ada tulisannya ke pada kakak, ini suratnya”
Setelah aku baca rupanya om dan tante berpesan untuk aku disuruh untuk menjaga antik dan rumahnya karena mereka ada urusan mendadak dari kantor dan pergi ke Surabaya selama satu minggu, berari dalam arti lain aku di suruh untuk menjaga rumah dan antik.
“eh lha kamu apa sudah biasa kalau kamu di tinggal papah mamah pergi dalam seminggu ini?? Kataku.
“ahh biasa saja kak, kadang malah sampai satu bulan aku di tinggal mereka dan sendirian di rumah”
“oh begitu berarti selama seminggu ini kakak disuruh untuk menemanimu , misal nanti kalau ada apa apa tinggal bilang ke kakak saja ya??
“okee kak, nanti aku berencana mau pergi ke mall, dan aku minta untuk kakak menemaniku  ya kak, sambil memohon.
“iya deh, nanti habis makan dan mandi ya kita langsung berangkat”
Setelah selesai semua , antik bergegas pergi ke kamar untuk ganti pakaian, dimana saat itu antik terlihat sangat cantik sekali dengan celana jeans dan kaos ketatnya seakan akan dia ingin memperlihatkan body seksinya, setelah selesai jalan jalan di mall kira kira pukul 8 malam sudah sampai ke rumah, karena ke capean antik langsung pergi ke kamar, ganti pakaian dan tidur, aku tidak terbiasa untuk tidur duluan, karena aku memang kalau tidur malam malam, karena bosan di kamar aku pergi ke ruang tamu untuk menyetel TV,
Setelah aku pilih pilih tidak ada acara yang menarik sama sekali, aku ingat aku punya kaset bokep yang aku bawa , karena sudah memastikan kalau antik sudah tidur aku menyalakan film bokepnya di DVD sambil menghilangkan nafsuku yang seharian melihat tubuh antik yang seksi itu.
Lampu ruang tamu sudah aku matikan dan sudah aku setel filmnya, aku asyik nonton hingga sampai gak terdengar dan aku lihat di belakang antik sedang berdiri di belakangku sambil menonton film tersebut, karena waktu itu aku mendengar suara yang kaget saat filmnya ber adegan penisnya masuk ke dalam memek, karena kaget aku langsung mematikan film tersebut.
“lho kamu dari tadi di situ ya ntik??
“iya kak, tadi kebangun gara gara mau pipis mau kekamar mandi lewat sini gak sengaja lihat begituan kak, tapi antik juga gak kaget kak tadi soal film bokep, katanya temanku nonton film bokep juga asyik Cuma tadi antik kaget ada tikus lewat, kata antik.
Mendengar begitu aku sedikit lega,
“lha antik sekarang mau menemani kakak nerusin nonton mau??? Rayuku
“hehe mau banget kak, “ wooww langsung saja aku setel lagi film yang tertunda tadi.
Awalnya jarak kita agak jauh dalam menonton, tapi makin lama aku dekati dia dan membisikan dia , eh kamu pernah begituan belum” antik langsung menjawab dengan mata masih fokus ke layar TV, “pacaran aja belum kak, apalagi begituan”
“gimana kalau kakak ajari gimana caranya begituan, lihat tu cewek di layar, begitu menikmati surga dunia, gimana ntik mau ndak , tanyaku spontan.
“lha kakak emangnya jago begituan, tanya polos antik”
“lho lho malah nantang hehehe langsung saja aku peluk tubuh dia ku dengar dan rasakan nafas dia tidak teratur seakan akan birahi dia naik, aku peluk tubuh dia dari samping juga gak melawan malah diam saja.
Aku yang masih memeluk tubuh dia , kemudian dia berbisik kak ajari antik dong??? Mendengar hal tersebut aku semakin kaget.
“beneran nih ntik, hanya untuk memastikan kalau dia benar benar terangsang gak, kemudian dia malah menciumku pertama kalinya dan aku berusaha tak membalasnya dulu, dia melumat bibirku, “kak ajari dong” wajah sayupnya menandakan kalau dia sudah terangsang.
Aku pun langsung saja membalas ciuman dan lumatan dia, ku cium dengna lembut antik pun begitu juga merasakan darah yang mengalir dari sekujur tubuhnya, kami berdua terlena dalam ciumana entah siapa yang memulai satu persatu pakaian yang kami pakai terlepas maka dari itu aku bisa melihat tubuh antik yang memang begitu seksinya dengan masih terbungkus oleh BH.
Aku melirik kedua toketnya sungguh besar dan montok di seusianya kelihatannya memang betul dia belum pernah tersentuh oleh tangan pria manapun.
“kak kok gak kayak di film tadi, Cuma ciuman saja” wahhhh kosentrasiku terbuyarkan dengan kata katanya, aku langsung menyentuh kedua toketnya dan meremas remasnya sambil aku baringkan tubuh dia di sofa, antik sudah mulai mendesah “ahh ahh ahh kaak enak banget kak”
Dari kiri ke kanan aku remas remas terus toketnya dan saking gak kuatnya aku ingin menghisap dan memilin milin putingnya bergantian sleppp slepppp “ohh kakk makin nikmat kak, mendengar desahannya aku semakin tak terkendali dan menciumi semua tubuh dia secara perlahan aku turun dari perut menuju ke gundukan memeknya yang masih ranum.
Ku ciumi celana dia dan mulai aku copot celana tidurnya waktu itu dia memakai pakain tidur aku pelorotkan celana dalamnya juga, wihhh memeknya masih di hiasi oleh bulu tipisnya, “hiihiii kak geli kak, terusin kak desahan antik semakin kencang”
Aku jilat jilat dari itilnya yang awalnya kendor sekarang mengeras ku jawil jawil membuat antik semakin mendesah “tanganku juga tak lepas dari remasan dia tak lama kemudian dia mendesah histeris dengan pantatnya naik ke atas “ouhhh ouuhhhhh ouhh keluarlah cairan dari memeknya untuk pertamanya sangat banyak sekali”
Itulah orgasme untuk pertama kalinya dan aku melumat cairannya sampai habis dengan rasa yang khas yaiut asin asin gimana gitu.
“gimana ntik, enak kan??? Sambil meremas remas putingnya.
“hmmmm enak sekali kak kayak tubuhku seperti melayang, sambil mengambil baju yang jatuh di bawah sofa,
Aku hentikan dia sewaktu mau memakai bajunya, dan ini belum seberapa ntik, masih ada yang lainnya sambil aku tunjuk di layar, saat tiu dalam posisi si cewek sedang mengulum penis lakinya, “mau seperti itu kamu ntik,. Tanyaku dengan menantang”
“hmm boleh kak, langsung tangannya memegang penisku yang memang sudah berdiri aku lepaskan celanaku dan mulai di kocok seperti adegan di layar, hmm rasanya hangat saat mulut antik masuk ke dalam penisku, dia mulai menyedot nyedot secara perlahan seakan akan ingin mengeluarkan sperma, tapi aku tahan karena bukan saatnya untuk keluar kira kira 10 menit penisku di emutnya aku naikkan kepala antik, “mau masih lanjut lagi gak ntik untuk kenikmatan selanjutnya”
Sekarang kamu berbaring ntik di sofa, dia ngikut saja perintahku aku langsung mengarahkan penisku di depan memeknya yang memerah ku gesek gesekkan agar licin karena masih kering aku jilat lagi memeknya sampai mengeluarkan cairannya dia hanya memejamkan mata dan pasrah setelah basah aku langsung memasukkan penisku ke dalam memeknya .
Agak ku tekan sih, “ahh kak sakit kak, racau dia, aku lumat bibirnya sambil menghentikan tusukanku agar rasa sakitnya berkurang setelah dia tidak merau lagi aku tekan lagi pinggulku “bless bleess karena memang dia masih perawan agak seret , wajah antik terpejam sambil tangannya meremas sofa di sampingnya,
Tahan sebentar ntik, rasa sakitnya akan tergantikan dengan rasa yang begitu nikmat sekali, “akhh akhhhh setelah semua penisku masuk dan merobek dinding memeknya tubuh dia seperti bergetar dan aku peluk dia untuk menenangkannya sambil aku ciumi bibirnya dan meremas remas kedua toketnya dan mungkin setelah rasa sakitnya berkurang aku mulai mengeluarkan penisku dan memasukkan lagi secara perlahan.
“ouhh ouh yessss”desahan antik semakin menggila dengan kepalanya menoleh ke kanan ke kiri menahan rasa nikmat dan nafasnya juga sudah mulai ngos ngossan, tanganku masih meremas remas toket dia , memang dia masih perawan penisku rasanya seperti ada yang meremas dari dalam “ouhh ntik sangat legit sekali memek kamu , berbisik di telinga dia”
“gimana ntik enak sekali kan, sambil aku genjot diri dia”
“yess kak enak banget ini rasanya, terusin kak lebih dalam lagi masukinnya, desah antik.
Aku terus menggenjot memek antik kira kira ada setengah jama tubuh antik mengejang , “kak aku mau pipis nih” bentar yah tahan bentar kita keluarin bersama sama langsung aku percepat gerakanku plokk plokk plokk dalam hitungan ke tiga kami mengeluarkan cairan secara bersama di dalam memeknya crott crottt crott aku mendesah dan penisku serasa ada yang menyiram rasa hangat. Aku peluk tubuh dia dengan masih penisku terbenam di dalam hingga sampi mengecil aku keluarkan dan berbaring di samping antik, kelihatan sekali wajah dari dia sangat puas .
“makasih ya ntik kamu sudah memberikan harta yang berharga kepada kakak, kamu menyesal gak??kataku
Dia menggelengkan kepala “kakak sangat hebat sekali, antik juga senang dan bisa belajar banyak soal sex dengan kakak, kakak jangan tinggalin antik ya , makasih juga gak tadi rasanya tubuhku seperti melayang saat terakhir aku mengeluarkan cairannya.
Setelah selesai kami berbenah dan membersihkan darah perawannya yang menempel di karpet dan di sofa, dalam keadaan kami sudah memakai celana dalam dan BH , dia memintaku untuk memandikan dia seperti waktu dia kecil, aku bopong tubuh antik ke kamar mandi dan ku nyalakan shower ku ambil sabun dan mengolesnya , tiba tiba nafsuku datang lagi, kembali lagi tanganku yang mengoles tubuhnya dengan sabun meremas remas toketnya dari belakang,
“hmmm kakak mau lagi nih “goda dia, kembali gairahku timbul .
“tapi antik capek kak, kalau sambil berdiri kalau di ranjang gimana, langsung saja aku bilas tubuh antik dulu dan membopong dia di kasurnya kembali kami berdua merasakan kenikmatan aku genjot lagi memek dia dan mengeluarkan di dalamnya,. Setelah itu kami tertidur pulas berdua diatas ranjang, pagi harinya aku yang bangun kaget karena antik tidak ada disampingku aku langsung cari dia dan rupanya dia ke dapur untuk menyiapkan sarapan, karena memang di sini gak ada pembantu sementara antik waktu itu hanya mengenakan BH dan celana dalam saja aku hampiri dia dan secara kaget aku peluk dia dari belakang sambil menciumi leher dia.
“hmm kakak nih memang mengagetkan antik saja” aku cumbu mulut dia tangan dia langsung memegang penisku yang saat itu aku hanya memakai celana dalam saja, di pelorotkan celana dalamku langsung dia hisap kemaluanku , ucchh sudah ahli dan pintar nih dia menyedot nyedot aku tak kalah juga tanganku meremas remas kedua toketnya dan setelah puas aku angkat tubuh antik di atas meja ku pelorotkan juga celana dalamnya dan aku jilati juga memeknya , merasa sangat bernafsu antik meminta segera untuk memasukkan lagi penisku .
“kak cepatan kak masukin lagi penismu, mendengar hal terbesut aku langsung mengarahkan penisku dan kumasukkan ke dalam lubangnya yang sudah banjir akan cairan , dengan mudah semua penisku sudah masuk langsung aku mengentot tubuh antik diatas meja makan, plokk plokk plokkk kira kira ada sepeluh menitan antik mulai meracau dan mengeluarkan cairannya disusul dengan aku mengeluarkan spermaku lagi.
“Ahh ahh ahh desahan antik”
“yesss enak sekali ntik pagi ini sarapannya, hehehe kamu memang oke sekali, setelah selesai semua kami sarapan yang sudah disiapkan oleh antik dan mandi langsung kami kembali lagi dengan jalan jalan diluar. Dan begitulah setiap harinya aku berdua di dalam rumah antik selama seminggu kami selalu ngentot.
Tanpa curiga kami bisa merahasiakan kisah ini kepada papah mamahnya antik, setelah sebulan ini aku tinggal bersama keluarga om sudah waktunya aku kembali lagi untuk tugasku di sekolah, antik sedih karena aku tinggal , tapi aku janji jika ada liburan pasti main lagi ke rumahmu dan kangen kangenan bersama antik.

Saturday, May 27, 2017

Cerita Dewasa : Desahan Tante Membuatku Muncrat

Cerita ini berawal pada tahun 1997 dan kejadian itu terjadi di rumah istri om-ku. Om-ku itu bekerja pada bidang marketing, jadi kadang bisa meninggalkan rumah sampai satu minggu lamanya, dan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka berdua bersama tiga anaknya yang masih kecil, mendirikan sebuah warung di depan rumah.


Tanteku itu orangnya lumayan menarik dengan postur tubuh setinggi 170 cm dengan ukuran dada 34B, berumur kira-kira 29 tahun. Sebenarnya dulu aku suka sekali melihat tubuh mulus tanteku, secara tidak sengaja ketika dia sedang mandi karena memang di tempat kami kamar mandi pada saat itu atasnya tidak tertutup genteng dan tanpa berpintu, jadi kalau ada yang mandi di situ hanya dengan melampirkan handuk di tembok yang menjadikan tanda bahwa kamar mandi sedang dipakai.

Tidak sampai di situ saja, kadang tanteku ini suka memakai baju tidur yang model terusan tipis tanpa memakai BH dan itu sering sekali kulihat ketika di pagi hari. Apalagi aku sering sekali bangun pagi sudah dipastikan tanteku sedang menyapu halaman depan dan itu otomatis ketika dia menunduk menampakkan buah dadanya yang lumayan besar dan montok. Hal ini dilakukan sebelum dia menyiapkan keperluan sekolah anaknya, kalau om-ku biasanya tidak ada di rumah karena sering bertugas di luar kota selama empat hari.

Pernah aku melamunkan bagaimana rasanya jika aku melakukan persetubuhan dengan tanteku itu, namun akhirnya paling-paling kutumpahkan di kamar mandi sambil ber-onani. Rupanya angan-anganku itu dapat terkabul ketika aku sedang menumpang nonton TV di rumah tanteku pada siang hari dimana ketiga anaknya sedang sekolah dan om-ku sedang bertugas keluar kota pada pagi harinya.

Kejadian itu terjadi ketika aku sedang menonton TV sendirian yang bersebelahan dengan warung tanteku. Ketika itu aku ingin mengambil rokok, aku langsung menuju ke sebelah. Rupanya tanteku sedang menulis sesuatu, mungkin menulis barang belanjaan yang akan dibelanjakan nanti.

“Tante, Diko mau ambil rokok, nanti Diko bayar belakangan ya!” sapaku kepada tanteku. “Ambil saja, Ko!” balas tanteku tanpa menoleh ke arahku yang tepat di belakangnya sambil meneruskan menulis dengan posisi membungkuk. Karena toples rokok ketengan yang akan kuambil ada di sebelah tanteku tanpa sengaja aku menyentuh buah dadanya yang kebetulan tanpa memakai BH. “Aduh! hati-hati dong kalau mau mengambil rokok.

Kena tanganmu, dada tante kan jadi nyeri!” seru tanteku sambil mengurut-urut kecil di dadanya yang sebelah samping kirinya. Namun karena tidak memakai BH, nampak dengan jelas pentil susu tanteku yang lumayan besar itu. “Maaf Tan, aku tidak sengaja. Begini aja deh Tan, Diko ambilin minyak supaya dada Tante tidak sakit bagaimana!” tawarku kepada tanteku. “Ya sudah, sana kamu ambil cepat!” ringis tanteku sambil masih mengurut dadanya.

Dengan segera kuambilkan minyak urut yang ada di dalam, namun ketika aku masuk kembali di dalam warung secara perlahan, aku melihat tante sedang mengurut dadanya tapi melepaskan baju terusannya yang bagian atasnya saja. “Ini Tante, minyak urutnya!” sengaja aku berkata agak keras sambil berpura-pura tidak melihat apa yang tanteku lakukan. Mendengar suaraku, tanteku agak terkejut dan segera merapikan bagian atas bajunya yang masih menggelantung di bagian pinggangnya.

Tampak gugup tanteku menerima minyak urut itu tapi tidak menyuruhku untuk lekas keluar. Tanpa membuang kesempatan aku langsung menawarkan jasaku untuk mengurut dadanya yang sakit, namun tanteku agak takut. Pelan-pelan dengan sedikit memaksa aku berhasil membujuknya dan akhirnya aku dapat ijinnya untuk mengurut namun dilakukan dari belakang.

Sedikit demi sedikit kuoleskan minyak di samping buah dadanya dari belakang namun secara perlahan pula kumemainkan jariku dari belakang menuju ke depan. Sempat kaget juga ketika tanteku mengetahui aksi nakalku. “Diko! kamu jangan nakal ya!” seru tanteku namun tidak menepis tanganku dari badannya yang sebagian ditutupi baju. Mendapati kesempatan itu aku tidak menyia-nyiakan dan secara aktif aku mulai menggunakan kedua tanganku untuk mengurut-urut secara perlahan kedua bukit kembar yang masih ditutupi dari depan oleh selembar baju itu.

“Ohh.. oohh..” seru tanteku ketika tanganku sudah mulai memegang susunya dari belakang sambil memilin-milin ujung susunya. “Jangan.. Diko.. jang..” tante masih merintih namun tidak kuacuhkan malah dengan sigap kubalikkan tubuh tanteku hingga berhadapan langsung dengan diriku. Kemudian dengan leluasa kumulai menciumi susu yang di sebelah kiri sambil masih mengurut-urut susu di sebelahnya. Kemudian aku mulai mencucupi kedua puting susunya secara bergantian dan tanteku mulai terangsang dengan mengerasnya kedua susunya.


Tidak sampai di situ, rupanya tangan tanteku mulai menjelajahi ke bawah perutku berusaha untuk memegang kemaluanku yang sudah dari tadi mengencang. Ketika dia mendapatkannya secara perlahan, dikocok-kocok batang kemaluanku secar perlahan dan tiba-tiba tanteku mengambil sikap jongkok namun sambil memegang kemaluanku yang lamayan panjang. Untuk diketahui, batang kemaluanku panjangnya kurang lebih 17 cm dengan diameter 3,5 cm.

Tanteku rupanya sedikit terkejut dengan ukuran kemaluanku apalagi sedikit bengkok, namun dengan sigap tapi perlahan tanteku mulai mengulum kemaluanku secara perlahan dan semakin lama semakin cepat. “Ah.. ah.. ah.. yak.. begitu.. terus.. terus..” erangku sambil memegangi kepala tanteku yang maju mundur mengulum batang kemaluanku. Kemudian karena aku sudah tidak tahan, tubuh tante kuangkat agar duduk di pinggir meja dimana tadi dia menulis, dan dengan sedikit gerakan paha tanteku kupaksa agar meregang. Rupanya tanteku masih mengenakan CD dan dengan perlahan kubuka CD-nya ke samping dan terlihatlah gundukan kemaluannya yang sudah basah.

Secara perlahan kuciumi kemaluan tanteku dan kumain-mainkan klirotisnya. “Ah.. ahh.. Diko, Tante mau keluuaarr..” Beberapa saat kemudian rupanya tanteku akan mengalami orgasme, dia langsung memegangi kepalaku agar tetap di belahan kemaluannya dan kemudian mengeluarkan cairan surganya di mulutku, “Crett.. crett.. cret..” mulutku sampai basah terkena cairan surga tanteku. Kemudian tanteku agak lemas namun masih kujilati kemaluannya yang akhirnya membangkitkan nafsu untuk bersetubuh denganku.

Kuangkat tubuh tante ke bawah warung, dan dengan sedikit agak keras aku dapat merubah posisinya menelentang di depanku, kubukakan semakin lebar kedua kakinya dan mulai kuarahkan ujung kemaluanku ke mulut lubang kemaluannya. Agak susah memang karena memang aku agak kurang berpengalaman dibidang ini namun rupanya tanteku dapat memahaminya. Dengan sabarnya dituntunnya ujung kemaluanku tepat di lubang kemaluannya. “Pelan-pelan ya, Diko!” lirih tanteku sambil menggenggam kemaluanku.

Ketika baru masuk kepala kemaluanku tanteku mulai agak meringis tetapi aku sudah tidak kuat lagi dengan agak sedikit paksa akhirnya kemaluanku dapat masuk seluruhnya. “Diko.. akh..” jerit kecil tanteku ketika kumasukkan seluruh batang kemaluanku di dalam lubang kemaluannya yang lumayan basah namun agak sempit itu sambil merapatkan kedua kakinya ke pinggangku. Perlahan aku melakukan gerakan maju mundur sambil meremas-remas dua susunya.

Hampir tiga puluh menit kemudian gerakanku makin lama main cepat. Rupanya aku hampir mencapai puncak. “Tan.. aku.. aku mauu.. keluar..” bisikku sambil mempercepat gerakanku. “Dikeluarkan di dalam saja, Dik!” balas tanteku sambil menggeleng-gelengkan kecil kepalanya dan menggoyangkan pantatnya secara beraturan. “Tan.. aku.. keluarr..” pekikku sambil menancapkan kemaluanku secara mendalam sambil masih memegangi susunya.

Rupanya tanteku juga mengalami hal yang sama denganku, dia memajukan pantatnya agar kemaluanku dapat masuk seluruhnya sambil menyemburkan air surganya untuk ketiga kalinya. “Cret.. cret.. cret..” hampir lima kali aku memuntahkan air surga ke dalam lubang kemaluan tanteku dan itu juga di campur dengan air surga tanteku yang hampir berbarengan keluar bersamaku. “Cret.. cret.. cret.. ahh..” tanteku melengkungkan badannya ketika mengeluarkan air surga yang dari lubang kemaluannya.

Akhirnya kami tergeletak di bawah dan tanteku secara perlahan bangun untuk berdiri sambil mencoba melihat kemaluannya yang masih dibanjiri oleh air surga. “Diko! kamu nakal sekali, berani sekali kami berbuat ini kepada Tante, tapi Tante senang kok, Tante puas atas kenakalan kamu,” bisik tanteku perlahan. Aku hanya bisa terseyum, sambil menaikkan kembali celanaku yang tadi dipelorotkan oleh tanteku. Tanteku akhirnya berjalan keluar, namun sebelum itu dia masih menyempatkan dirinya untuk memegang kemaluanku yang lumayan besar ini.

Inilah pengalamanku yang pertama, dan sejak itu kami kadang mencuri waktu untuk mengulangi hal tersebut, apalagi jika aku atau tanteku ingin mencoba posisi baru dan pasti ketika Om-ku dan anak-anak tanteku berangkat sekolah. Sekarang hal itu sudah tidak kulakukan lagi karena tanteku sekarang ikut Om-ku yang mendapat tugas di daerah.


Wednesday, May 24, 2017

Cerita Dewasa : SPG Komputer Korban Nafsuku

Disini aku akan menceritakan kisah pribadiku yang mana terjadi setahun yang lalu, saat itu kantorku sedang mengikuti pameran computer di sebuah mall, karena tanggung jawabku sebagai direktur umum jadi aku langsung terjun untuk memantau kondisi disana, sebenarnya aku juga bisa menyuruh untuk bagian IT manager untuk memantaunya.


Tapi memang dunia komputer telah menarik perhatianku sejak dulu, sehingga aku sempatkan waktu liburku untuk melihat sendiri pameran ini.. Beberapa stand telah aku masuki dan lihat, untuk mengetahui produk yang mereka jajakan dalm pameran ini, terakhir aku mampir ke stand ACER untuk melihat jajaran notebook baru yang mereka tampilkan.
Aku sedang memperhatikan spesifikasi sebuah notebook, ketika bau harum parfum menerpaku.. Salah seorang SPG ACER menghampiri dan menyapaku. “Siang pak, ada yang bisa saya bantu nih..?” sapanya dengan suara yang renyah..
Aku segera menoleh dan mencoba untuk memperhatikannya lebih sekasama.. Wajahnya yang cantik dengan senyuman yang menawan dikembangkanlagi..
”Pak ini produk baru lho pak, diskonnya 20% hari ini terakhir pak,” ujarnya ramah sambil makin mendekatkan tubuhnya kearahku.. Wangi tubuhnya semakin terasa
“Iya nih, aku lagi lihat-lihat aja dulu ya..” ujarku sambil mencari kesempatan untuk memperhatikan sosoknya.. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, kutaksir sekitar 160 cm, tapi selain wajah cantiknya, ada dua hal lagi yang membuatku tertarik; yaitu kulitnya yang putih dan tonjolan didadanya yang sangat membusung, aku yakin ini pasti ukuran 34b minimal..
“Bapak ada kartu namanya?” tanyanya ramah.. “Oh, ada bentar aku ambil dulu ya..” ujarku seraya mengeluarkan dompetku dan mengambil kartu namaku..
Dia mengamati nama dan jabatanku, kemudian dengan senyum makin mengembang dia dia menambahkan..
”Wah bapak perlu buat pribadi atau perusahaan nih..” tanyanya ramah..
“Ya jelas untuk perusahaan lah kalau komputer non, kalau pribadi ya ama kamu aja..” candaku.. “Iiihh… bapak genit ah..” katanya sambil menahan senyum dan “Ini kartu namaku pak, nomor hapeku ada dibelakang ya..” sambungnya.
Kuperhatikan kartu namanya..hemm..”Anggi nama yang indah, seindah orangnya nii..” ujarku, dan Anggi tersenyum manis
“Bapak jago nih kalau ngerayu,” katanya.. “Okay Anggi, nanti kalau jadi aku hubungi kamu ya..” kataku seraya menjabat tangannya yang empuk banget dan nampak buah dadanya yang terguncang saat itu..
“Bener lho pak, jangan lupa ya ama Anggi,” ujarnya.. “Pak kalau Anggi telpon bapak kapan-kapan ga papa kan pak?” tambahnya..
“Tentulah non, untuk orang secantik kamu, kapan aja pasti aku terima..”candaku lagi..
“Makasih pak..” Hari Senin pagi jam 7.30 aku sudah sampai dikantorku setelah mengantar anakku masuk sekolah di daerah Kebayoran..
Kantorku di kawasan Sudirman masih sepi karena memang kantor masuk jam 8.00, hanya office boy yang masih sibuk membersihkan ruangan Departemen Umum yang telah datang..
Aku sedang duduk membaca koran dan menikmati kopi ketika hapeku berdering nyaring.. “Haloo, benar saya bicara dengan pak Iwan?” suara bening dan empuk menyapaku..
“Iya benar, ini dari siapa ya?” tanyaku, sambil mengingat-ingat nomor ini..
“Ya, bapak gitu deh.. Masa nomor Anggi dilupain siiihh” seru manja suara diseberang..
“Oohh kamu Anggi, bukan aku lupa, tapi aku belum sempet masukin nomor kamu ni…” ujarku.. “Pak, bapak sibuk gak hari ini?
Kalau tidak, boleh dong Anggi mampir nanti siang.. Ada yang Anggi mau bicarakan ama bapak..” pintanya masih dengan suara manja..
“Ya udah, kamu datang aja pas jam makan siang. Nanti sambil kita makan siang bareng aja, kamu omongin keperluan kamu ya..” kataku.. “Baik pak, makasih lho boleh ngrepotin bapak..” balasnya..
“On-time ya, jangan telat ..”kataku.. Jarum jam menunjukkan pukul 11.55 ketika salah seorang stafku mengetuk pintu kamarku..
“Masuuukk..” kataku.. “Pak ada tamu mau menemui bapak, namanya Anggi..” kata stafku, “Oh ya, suruh masuk aja..” ujarku.. Tak lama kemudian sebuah wajah cantik menyembul dari sela pintu yang tak tertutup..
”Siang pak Iwan..” sapa Anggi.. “Masuk Anggi, kita duduk di sofa aja ya..” kataku seraya bangkit menuju sofa di depan meja kerjaku.. Anggi mengenakan setelan blouser dan celana panjang resmi, beda dengan seragam SPG ACER yang seksi kemarin dia kenakan..
Tetapi blouser itu tak mampu menyembunyikan tonjolan buah dadanya yang besar dan sangat seksi, walau dia nampak sedikit resmi dengan bajunya saat ini..
“Wah, kantor bapak enak bener ya..” ujarnya memperhatikan sekeliling ruanganku..
“ Aaahh..bisa aja kamu..” ujarku..”Ayo kamu temenin aku makan siang dideket sini yoo…” “Baik pak..” ujarnya.. Kuarahkan mobil kearah selatan dan setelah melewati daerah macet disekitar Tendean kumasukan mobil kehalaman sebuah hotel bintang tiga..
“Sapi lada hitam di restorannya enak Nggi..” ujarku lembut, mencoba menenangkan wajahnya yang bertanya-tanya.. “Oh..begitu pak,” jawabnya dengan suara yang agak serak.. Setelah kuserahkan mobil ke petugas parkirnya, kuajak Anggi masuk kerestoran melewati resepsionis.. Setelah memesan makanan, mulai kutanyai Anggi tentang keperluannya..
“Ya udah sambil menunggu makanan kita, kamu bisa cerita keperluan kamu..” “Begini pak, sebenarnya saya malu ngrepotin bapak, tapi saya bener-bener lagi butuh ni pak,” ujarnya pelan dengan suara agak memelas..
Aku diam saja,memberikan waktu kepadanya untuk meneruskan ucapannya.. “Kalo bapak bisa dan perlu, saya mau pak jadi sekretaris bapak. Saya lihat tadi bapak belum punya sekretaris..”
“Oo..begitu toh non..Kalo gitu kamu siapin CV kamu dong..”ujarku.. “Ini pak,”tukasnya cepat sembari membuka tas dan menyerahkan sebuah amplop besar..
“Okay, sekarang kita makan dulu, nanti kita lanjutin ya.. Mudah-mudahan aku bisa bantu kamu..” ujarku, sambil mulai memikirkan cara untuk menenangkan adikku yang dari tadi sudah keras melihat tonjolan buah dada di balik blouser Anggi..
Setelah makan, aku bilang ke Anggi mau ke Rest Room dulu; padahal aku segera menuju Receiptionist untuk membuka kamar dan mengambil kunci.. Segera aku kembali untuk membuatnya tak curiga karena menunggu terlalu lama..
“Nggi bentar lagi ada klien dari Surabaya mau ketemu aku, nanti kamu dampingi aku yaa.. Sekalian aku mau lihat kemampuan kamu dalam praktek langsung,” ujarku tegas.. “Siap pak,” jawabnya seraya menyelesaikan makan siangnya..
“Ayo kita keatas, sambil nunggu dia datang aku bisa wawancara kamu dulu..”kataku. Dia hanya diam sambil berjalan perlahan dibelakangku, seraya kupijit tombol lift.. Sampai di lantai 5, segera kucari kamar 536 dan kubuka pintunya..
“Ayo masuk aja Nggi, lebih enak kita ngobrol dan wawancara disini sambil nunggu klienku..”ujarku.. Kusetel AC ke angka 27 derajat, supaya nanti dia merasa kepanasan dengan blouser tebalnya, dan melepasnya..
“Coba sekarang kamu ceritakan tentang diri kamu yang detil, nanti baru aku wawancari kamu,” seraya kubaca CV nya..
Dia dengan hati-hati mulai menceritakan tentang dirinya, sembari sesekali kucuri pandang kearah tonjolan didadanya.. Ternyata dia hanya part-timer saja kerja sebagai SPG, sembari mencoba mencari kerja full time sebagai sekretaris, sesuai dengan pendidikannya.. Sudah lebih 5 bulan ini dia mencoba, tapi belum berhasil juga.
Padahal tabungannya sudah menipis dan dia sudah dikejar oleh ibu kosnya untuk membayar tunggakan kosnya 2 bulan, karena dia mendahulukan untuk membayar SPP dua adiknya.. Kedua kakaknya memang telah menikah, tapi kondisi keuangan mereka tak dapat diharapkan untuk membantu biaya sekolah adik-adiknya.
Oleh karena itu dia sangat membutuhkan pekerjaan tetap saat ini, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk kelangsungan sekolah kedua adiknya.Setelah beberapa saat, Anggi merasa kepanasan dan butir keringat mulai terlihat di dahinya..
“Kamu kepanasan ya.. Sorry Nggi aku agak gak enak badan, jadi AC aku setel segini..” ujarku. “Kamu copot aja blouser kamu itu, biar lebih nyantai dan sejuk..”
“Iya pak,” ujarnya seraya melepas blousernya, dan nampaklah pemandangan indah yang kutunggu-tunggu dari tadi.. Bahan sejenis kaus yang agak ketat dan tipis, membuatku sedikit terperangah, tapi dengan cepat aku sembunyikan sambil pura-pura tak melihat tonjolan buah dada yang begitu besar dan indah membayang dibalik kaus ketatnya..
Kugeser posisi dudukku, karena adikku sudah sangat tegang dan dalam posisi yang sangat tak nyaman.. Kuambil notebook dari tasku, dan kusuruh Anggi menghidupkannya dan coba membuat surat penolakan untuk seorang penyedia barang..
“Wah komputer bapak canggih sekali, ini tombol on nya dimana ya pak?” tanyanya..
Aku berdiri dan pindah duduk di sebelahnya, ketika semerbak bau wangi parfum bercampur keringatnya menerpaku.. “Sini kamu lihat ya Nggi,” ajakku untuk mendekatiku dan melihatku membuka notebook Fujitsuku yang baru..
Anggi duduk merapat di sebelah kananku, ketika aku mulai membuka notebook dan memulai program Word.. Ketika dia semakin merapat, dengan gerakan sangat natural kugerakkan sikuku kebelakang hingga menekan tonjolan buah dadanya yang seksi.
Uuuhhh… empuk sekali buah dadanya.. Refleks dia menarik tubuhnya kebelakang untuk menghindari lenganku, dan dengan wajah tanpa dosa kusuruh dia mulai mengetik surat itu.. Meja didepan sofa tempat kami duduk memang sangat rendah, sehingga dia terpaksa sedikit agak membungkuk untuk mengetik surat itu..
Aku rapatkan dudukku kearahnya, sambil pura-pura melihat dia mengetik dari samping agak dibelakang kepalanya, padahal pandangan mataku jatuh kebelahan buah dadanya yang nampak sangat merangsang.. Gerakannya mengetik membuat buah dadanya berguncang, dan ini membuat penisku makin tegang..
Setelah beberapa saat, aku tidak kuat lagi untuk menahan tangganku untuk tidak menyentuh payudaranya yang sangat seksi itu.. Dari samping kepalanya tanganku menjulur dan menyeruak masuk kedalam kaus ketatnya, mencoba menyentuh dan meremas bongkahan buah dada yang sangat merangsang itu..
Anggi tidak menyangka atas gerakan tanganku, dan untuk beberapa saat dia terpana sehingga tanganku berhasil masuk kebalik kausnya dan meremas buah dadanya.. Ketika dia tersadar, dia berusaha bangkit dari sofa; tapi gerakan tangan kananku cepat meraih pinggangnya dan menariknya hingga terjatuh kepangkuanku..
“Kamu mau pekerjaan ini, atau tidak Nggi?” ujarku sambil tetap memeluk pinggangnya dengan tangan kananku, dan tangan kiriku masih berada dalam kausnya meremas-remas buah dadanya yang besar itu.. “Atau kamu mau membiarkan kedua adikmu berhenti sekolah?”
Perlawanannya melemah ketika mendengar perkataanku, dan kembali tangan kiriku bergerilya dibalik kaus ketatnya, mencoba masuk kebalik BH-nya. Dia menggelinjang ketika tanganku berhasil menyentuh putingnya..
“Uugghhh..pak Iwan, jaangaann dong pak..” ujarnya lirih.. Aku tak menggubris keberatannya, malah tangan kananku segera mencoba untuk merebahkan tubuhnya ke sofa.. Ketika tubuhnya berhasil aku rebahkan di sofa, segera kedua tanganku menarik kaus ketatnya keatas, dan menyembullah bongkahan daging kenyal yang masih tersembunyi di balik BH hitamnya yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih sekali..
Kutindih tubuhnya dan segera wajahku terbenam di antara dua bongkah putih payudara yang sangat merangsang itu.. Kupegang kedua tangannya dengan tanganku, dan dengan menggigit pinggiran BH-nya kucoba untuk menariknya ke atas.. Yesss..akhirnya menyembullah dua buah dada yang putih, bulat, dan membusung..
Anggi masih berusaha mendorong tubuhku yang tepat berada di atasnya, tapi kuncian posisi yang kuciptakan berhasil untuk melemahkan perlawanannya.. Akhirnya dia membiarkan saja ketika mulutku segera menerkam payudaranya yang putih, bulat, dan tegak menantang..
Putingnya yang berwarna sawo matang dengan pucuk yang agak kecil segera terbenam dalam mulutku.. “Eerrggghhh…” erang Anggi ketika ujung lidahku mulai mempermainkan putingnya.. Wajahnya yang cantik nampak berusaha menahan rangsangan yang timbul ketika mulut dan lidahku bergantian menyerang kedua buah payudara indahnya, dan bulir-bulir keringat makin banyak muncul didahinya..
Melemahnya perlawanan Anggi kugunakan untuk membuka kancing BH-nya, dan ketika berhasil, segera kuangkat kausnya melewati kepalanya.. Akhirnya aku berhasil menelanjangi bagian atas tubuh Anggi..
Kembali lagi mulut dan lidahku menerkam buah dada kiri Anggi dan mengulum serta mempermainkannya dan putingnya menjadi sentral kulumanku, sembari telapak tangan kananku mulai meremas buah dada kanannya dan jariku mempermainkan putingnya yang indah..
Sepuluh menit berlalu dan rangsangan yang kutimbulkan ternyata menguras habis tenaga Anggi, sehingga dia tidak menyadari ketika tanganku berhasil membuka kaitan celana panjang yang dia kenakan..
Dia masih berusaha menahan rangsangan yang timbul dari kuluman dan isapanku pada kedua buah dadanya, ketika tangan kananku mulai menarik turun celana panjangnya.. Ketika sampai kedekat tumitnya, segera kugunakan kakiku untuk mendorongnya lepas.. Indah sekali tubuh Anggi, ketika tinggal celana dalam hitamnya tertinggal melekat di tubuhnya..
Sambil tidak mengurangi seranganku pada kedua buah dadanya, segera jari-jariku menyusuri pinggiran celana dalamnya sambil mencoba memasukkan jari tengahku kebalik celana dalamnya.. Heemmm…ternyata vaginanya sudah mulai basah ketika jari tengahku berhasil menyentuhnya.. Berarti dia mulai terangsang dengan seranganku..
Kucoba untuk mencari klitorisnya, dan ketika jari tengahku berhasil mencapainya terdengar kembali erangan lemahnya “Aarghhh..paaakk..” Wajahnya terdongak keatas ketika jariku mulai mempermainkan klitorisnya dan erangannya makin merangsangku untuk menyerangnya di kedua titik lemahnya..
Ketika Anggi makin tak mampu menahan rangsangan yang menyerangnya, kugerakkan tanganku untuk mencoba melepaskan lapisan terakhir yang menghalangi.. Perlahan berhasil kutarik hingga lututnya, dan karena aku konsentrasi untuk melepaskan celana dalamnya, maka seranganku pada buah dadanya agak mengendur..
Kesadarannya sedikit pulih, saat aku mendorong turun celana dalamnya dengan kaki kananku.. “Paakk..jangaann…pakk…” erangnya kembali sambil berusaha mendorong tubuhku.. Kuhentikan usahaku untuk melepaskan celana dalamnya, dan kubiarkan tertinggal ditumitnya, ketika aku mulai kembali mengisap puting kanannya dan jariku memutar-mutar puting kirinya.. Erangannya terdengar makin kuat..
“Aarrrgghh…uuugghhh…paaaakk..” Setelah dia kembali tenggelam dalam rangsangan yang kutimbulkan, dengan kaki kananku segera kudorong lepas celana dalamnya melewati tumitnya.. Wahh…memang indah benar tubuh calon sekretarisku ini dalam keadaan telanjang bulat.. Bulu-bulu hitam membasah yang menghiasi vaginanya sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih bak pualam…
Perlahan sambil mengubah posisiku menduduki tubuh Anggi, kulepaskan kemejaku dan segera kembali kuserang payudaranya sebelum dia menyadari tubuh atasku sudah telanjang.. Sambil terus mengulumi payudara indahnya, perlahan kulepaskan celana panjang sekaligus celana dalamku..
Akhirnya tidak ada lagi yang menghalangi tubuh telanjang kami berdua, untuk langsung bersentuhan kulit ke kulit.. Tak terasa butuh waktu hampir 45 menit untuk berhasil menelanjangi tubuh calon sekretarisku yang cantik ini, dan perlawanannya semakin melemah.. Keringat telah banyak membanjiri tubuh kami berdua..
Jari tangan kananku kembali mempermainkan klitorisnya yang sudah sangat basah, dan kucoba untuk masuk lebih dalam lagi kedalam vagina Anggi.. Uugghhh..masih peret sekali vaginanya.. Kurenggangkan kedua belah pahanya, dan mulai kutempatkan kepala penisku diantara belahan pangkal pahanya..
Ketika mulai menyentuh mulut vaginanya, segera kugosok-gosokan kepala penisku dan kucoba untuk menekannya masuk.. Anggi menyadari adanya benda yang mencoba masuk kedalam vaginanya, “Paakk..jangaann paak..” erangnya lemah..”
Aku masih perawaann paaakk..” suaranya membisik lemah sambil mencoba untuk menghindari masuknya penisku dengan menggeser pinggangnya.. Segera kugeserkan pinggangku menyejajari gerakan pinggangnya, sambil kupegangi pinggangnya dengan tangan kiriku, kuarahkan kembali penisku dengan tangan kananku kearah vaginanya..
“Udaahh Nggi.. Kamu mau pekerjaan ini atau tidak sihh..” suaraku tegas sambil tidak melepas kuncianku pada pinggangnya.. Perlahan kembali kutekan kepala penisku masuk ke vagina Anggi, dan akhirnya berhasil masuk bagian kepalanya..
Kugoyangkan dengan gerakan memutar untuk memperlebar vagina Anggi yang ternyata masih benar-benar perawan nampaknya.. Kutekan lagi penisku, dan kali ini berhasil masuk setengahnya.. Cengkeraman vagina Anggi sangat luar biasa rasanya, membuat penisku seakan dicengkeram erat kedinding vaginanya..
Wajah Anggi seakan menahan sakit bercampur nikmat yang luar biasa, ketika kembali kugerakan penisku memutar untuk memperlebar vaginanya.. Kucoba untuk mencium bibirnya yang mungil, sembari tanganku meremas-remas buah dadanya yang besar.. Kusedot dan kuhisapi bibirnya, dan lidahku akhirnya bisa menerobos masuk kedalam bibirnya..
Kusapu rongga mulutnya dengan lidahku, dan kemudian aku berhasil menyedot lidahnya dalam kuluman bibirku.. Usahaku ini berhasil untuk membantu mengurangi cengkeraman vaginanya yang sangat erat, dan akhirnya dengan sebuah tekanan yang kuat, penisku berhasil menembus benteng selaput keperawanan Anggi dan amblas sepenuhnya dalam vaginanya..
Hangat sekali terasa dikulit penisku, ketika vagina Anggi mendekap erat.. Kubiarkan sebentar sambil kuperhatikan kernyitan di dahi Anggi, kurasa dia sedang berusaha menahan rasa perih akibat pecahnya selaput keperawanannya..
Butir keringat membasahi dahinya yang indah, dan kulihat dia menggigit bibir bawahnya.. Aahhh..cantik sekali kamu Anggi.. Perlahan kugerakkan pinggangku mundur, dan dengan perlahan pula kutekan maju kembali..
Masih peret sekali kurasakan vagina Anggi.. Perlahan kutambah kecepatan dan kekuatan tekananku, kernyitan di wajah Anggi juga mulai menguap digantikan oleh erangan kenikmatan “Aahhh…aahhh….aahhh…”
Semangatku semakin bertambah, dan semakin kencang pula aku memaju mundurkan penisku.. Gesekan kulit penisku dengan dinding vagina Anggi, membuat syaraf-syarafku terangsang dengan hebat.. Takut tak dapat menahan rangsang itu, kulambatkan gerakanku.. Dua puluh menit telah berlalu, Anggi tak dapat menyembunyikan kenikmatan yang dia rasakan..
Erangannya makin sering terdengar, dan akhirnya memuncak dengan dekapan erat lengannya dipunggungku.. Kukunya yang tajam mencengkeram dan menusuk kulit punggungku, ketika akhirnya dia mencapai orgasmenya yang pertama..
Kuhentikan gerakanku untuk memberinya kesempatan menikmati orgasmenya, dan kucium lembut bibirnya sambil membiarkan penisku tetap terbenam dalam vaginanya.. Tak sadar dia membalas ciumanku, dan bibirnya lembut menyapu bibirku.. Tubuhnya lemas tergolek saat kulepaskan penisku dari dalam vaginanya..
Meleleh cairan kenikmatan Anggi, bercampur dengan darah keperawanannya nampak membasah keluar dari vaginanya.. Kuambil tissue yang terletak dimeja kecil di samping tempat tidur, dan kuhapus lelehan cairan kenikmatan dan darah perawan Anggi.. Kumiringkan pinggangnya ke kanan, dan kuangkat kaki kanannya ke atas sembari kembali kutekankan penisku masuk ke dalam vaginanya…
Pantatnya yang putih indah mulai bergoyang saat aku mulai menggerakkan pinggangku maju-mundur.. Setelah cukup pelumasnya membasahi, kupercepat gerakanku.. Kuletakan kakinya dipundakku, dan sambil meremasi buah dadanya yang indah, kupercepat gerakan maju-mundur penisku..
Lima belas menit tak terasa, keringat makin membajiri tubuhku, sebagian jatuh menetes di pahanya.. Rangsangan membuat wajah cantik Anggi nampak semakin seksi.. Kuletakkan kembali kaki kanan Anggi, dan sembari dalam posisi duduk kuletakan kedua belah pahanya di atas pahaku.. Kembali kugerakkan pinggangku maju mundur, sambil memperhatikan buah dadanya bergoyang indah seirama dengan gerakan pinggangku..
Uuhhhh… indah sekali pemandangan ini, apalagi wajah cantik Anggi sudah tak mampu lagi menyembunyikan kenikmatan yang dia rasakan.. Gerakanku makin cepat, dan akhirnya aku tak tahan lagi untuk tidak menerkam buah dada yang bergerak indah tadi dengan mulutku.. Sembari tidak mengurangi kecepatan gerakan pinggangku, kukulum dan kadang kugigit pelan buah dada Anggi..
Rangsangan itu makin membara, dan akhirnya aku tak mampu lagi menahan kenikmatan itu.. Bebarengan dengan orgasme kedua Anggi, yang ditandai dengan cengkeraman kuat kuku tangannya dipunggungku, kuhunjamkan keras penisku sampai kedasar vaginanya, saat aku mencapai puncak.
Dan penisku menyemburkan sperma ke dalam vagina Anggi hingga lima kali… Tubuhku ambruk menindih tubuh Anggi, terasa nikmat sekali saat dadaku menekan buah dadanya yang besar dan kenyal itu.. Peluh benar-benar telah membanjiri tubuh kami berdua, tumpah hingga ke sprei kasur yang sudah nampak kusut sekali..
Dibeberapa bagian, kulihat ceceran darah perawan Anggi tercetak jelas di atas sprei itu.. Setelah penisku mengecil, kulepaskan dan kurebahkan tubuhku disebelah tubuh indah Anggi.. Sempat kulihat titik air mata membasahi kelopak mata Anggi, dan isakan tangisnya pelan terdengar..
Segera kuciumi rambut, dahi, dan akhirnya kelopak matanya yang basah oleh air mata, sembari kubisikan kata-kata untuk menenangkannya.. “Udahlah Anggi, semua sudah terjadi..” “Kamu jangan takut ya..
Aku pasti akan bertanggung jawab koq..” Kucium bibirnya yang masih terisak-isak, dan kudengar lirih suaranya..” Pakk..Anggi udah gak perawan lagi.. Bagaimana nanti Anggi mesti cerita ke pacar Anggi paakk..?”
“ Sudahlah Nggi, nanti kita pikirkan ya.. Pokoknya aku akan bantu kamu sepenuhnya.. Okay?” ujarku seraya membelai rambut yang jatuh didahinya, dan mengecup bibirnya lembut.. Belaian dan kecupanku berhasil membuatnya tenang, kupeluk tubuhnya yang masih telanjang dalam dekapan kedua tanganku..
Dia menyurukkan kepalanya dalam pelukanku, dan kutarik selimut untuk menutupi tubuh telanjang kami berdua.. Tak lama nampak dia tertidur kelelahan dalam dekapanku.. “Anggi…Anggi..” desahku pelan, seraya terjatuh dalam pelukan tidur yang nikmat..